Pemuda : Berkarya, Peduli dan Berkontribusi. (Pelatihan Puisi di Lapas Anak dan Wanita Ma.Bulian)

Minggu, 01 Juni 2014



Senin, 26 mei 2014 yang lalu, di lapas tempat aku bekerja kedatangan teman-teman komunitas “Malam Puisi Jambi (MPJ)”. Komunitas yang isinya anak-anak muda pencinta puisi. Biasanya setiap sebulan sekali mereka mengadakan pesta puisi mengundang siapa saja untuk membacakan puisi. Aku juga sering datang untuk baca puisi atau jadi mc. 

Hari itu mereka memberikan pelatihan membaca puisi ke warga binaan wanita dan anak didik di lapas tempat aku bekerja. Pelatihan satu setengah jam dirasa kurang cukup untuk mereka semua belajar mengekspresikan diri melalui pembacaan puisi. Awalnya sih warga binaan pada malu-malu untuk bacain puisinya, harus dipancing dulu sama temen-temen komunitas MPJ.

Tapi akhirnya ada juga yang berani membacakan puisi karya mereka sendiri yang isinya kebanyakan tentang perasaan selama menjalani pembinaan di dalam lapas. Ada juga yang membacakan puisi dari buku kumpulan puisi karya Chairil Anwar yang dibawa sama komunitas MPJ. Meski masih rada kaku dalam membaca puisi, tapi aku senang setidaknya mereka sudah ada keberanian untuk membacakan puisi di depan banyak orang. Aku dan komunitas MPJ juga bilang, bahwa dalam membaca puisi nggak ada kriteria khusus bagi seseorang agar bisa membacakan puisi di depan umum. Karena puisi adalah seni yang berhak untuk dinikmati siapa saja tanpa mengenal umur dan latar belakang lainnya. Soalnya ada ibu-ibu warga binaan yang bilang “Ah,malu nih bu saya kan udah tua masak baca puisi di depan anak-anak muda”.

Ini dia foto-foto kegiatannya.


salah satu warga binaan membaca puisi

salah dua penggerak Malam Puisi Jambi, Aldho dan Adhe



foto bersama teman-teman komunitas malam puisi jambi

Oh ya, output dari pelatihan itu beberapa warga binaan udah bisa bikin puisi sendiri lho. Kebanyakan puisinya sih berisi kerinduan kepada keluarga mereka.

Well, aku mau bilang makasih sama temen-temen dari komunitas MPJ. Karena mereka udah mau menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dari kota Jambi ke Lapas Anak dan Wanita Ma.Bulian untuk memberikan pelatihan secara cuma-cuma. Anak muda memang sudah selayaknya seperti itu, berkarya, peduli dan berkontribusi. Karena sehari berkontribusi  akan menjadi pengalaman berharga seumur hidup untuk para warga binaan pemasyarakatan.

Aku juga mengajak teman-teman komunitas yang mungkin mau memberikan pelatihan ke warga binaan pemasyrakatan di lapas tempat aku bekerja, boleh contact aku di twitter @ein_luthfiii untuk kemudian kita obrolin lebih lanjut, siapa tahu cocok. Cocok jadi partner pembinaan maksudnya. Kalau cocok jadi gebetan sih itu urusan lain ya hehe *modus abis*.

Karena hidup cuma sekali, lakukan apa yang kamu suka dan sebarkan manfaatnya untuk orang banyak.

Salam polsuspas kece.


Kece-bong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan cuma bisa ninggalin kenangan, tinggalin komentar juga dong ^_^

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS