Surat Cinta Untuk Mama

Sabtu, 01 November 2014



Hadiah terindah yang pernah Allah kasih buat aku adalah terlahir menjadi anak Ibu Nur dan Pak Syarif. Karena kita tidak bisa memilih dari rahim siapa kita dilahirkan, maka memiliki Ibu seperti mama adalah anugrah yang luar biasa. Memang nggak ada manusia yang sempurna, termasuk ibu.  Aku pribadi sudah nggak terhitung lagi dalam hidup ini sudah berapa kali berdebat bahkan bertengkar sama mama. Tapi aku tetap mencintainya sebagaimana dia mencintaiku meski berulang kali aku melakukan hal yang tidak disukainya atau melukai hatinya.

Ibu itu hebat. Bayangkan, disaat yang bersamaan dia harus menjadi guru yang mendidik anak-anaknya, chef yang harus memasak makanan untuk keluarga setiap harinya, belum lagi urusan rumah dengan segala remeh temehnya. Tambahan nilai plus untuk ibu pekerja yang tetap mampu menghandle urusan keluarga.

Sebagai wanita (cieee sadar kalau dirinya wanita, selama ini masih berasa setengah wanita) tentu aja aku pernah membayangkan bagaimana kelak aku menjadi seorang istri dan ibu. Apa aku bisa membagi waktu antara pekerjaan, urusan rumah dan keluarga? sekarang aja ngurus diri sendiri rasanya sudah rempong. Tapi kemudian aku tersadar kelak akan ada satu kekuatan yang mampu membuat wanita berperan dalam banyak hal, yaitu cinta.

Cinta yang membuat seorang ibu tanpa mengeluh harus menjadi wonder woman yang kuat dan sigap membantu anggota keluarganya. Cinta yang membuat ibu bisa mengalah menyampingkan kepentingan pribadinya demi kebahagiaan anak-anaknya. Cinta yang membuat ibu tidak lupa mendo’akan agar anak-anaknya dilimpahkan banyak kebaikan oleh yang Maha Esa.


Mama mungkin bukan koki handal, namun masakannya selalu kurindukan. Mama mungkin bukan wanita tercantik, namun parasnya mampu mendamaikan hati. Mama mungkin suka ngomel, tapi nasehatnya selalu kubutuhkan. Mama mungkin tidak disampingku setiap hari, namun pelukan dan ciumannya adalah obat penenang paling ampuh. Mama mungkin bukan tempat curhat yang baik, namun dia selalu bersedia menampung bahagia juga sedihku. Mama mungkin bukan wanita karir dengan jabatan yang tinggi, namun ia adalah ratu di hatiku. 

Bidadari dunia ialah mama, dengan segala kekurangan dan kelebihannya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan cuma bisa ninggalin kenangan, tinggalin komentar juga dong ^_^

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS