Melawan Ragu

Kamis, 11 Desember 2014

Setiap akan memulai hal baru selalu terlintas keraguan bahkan ketakutan di dalam diri ini. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul seolah-olah menahan diri untuk melangkah. "Apa ini akan berhasil?" "Gimana kalau ternyata nggak ada yang support?" "Gimana kalau ternyata malah dicemooh orang?" "Yakin ini nggak akan sia-sia?" dan serentetan pertanyaan lainnya di dalam hati yang bikin semakin ragu memulai hal baru.


Kadang-kadang suka stres sendiri karena pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari diri sendiri justru nggak bisa aku jawab. Kalau sudah gitu kadang suka stuck sendiri dan nggak tahu harus ngapain. Tapi biasanya setelah melewati guling-guling di rumput kamar seharian akhirnya muncul kalimat lain di dalam kepala "Kalau mau tahu jawaban dari semua pertanyaan itu satu-satunya cara adalah mencoba. Gimana bisa tahu itu gagal atau berhasil kalau nggak dicoba? gimana bisa tahu ada yang support atau nggak kalau nggak berani memulai? gimana bisa tahu orang-orang akan mencibir atau malah memuji jika terus bergumul dengan keraguan? gimana bisa tahu ini akan sia-sia atau malah bermanfaat untuk orang lain jika kamu terus diam di kamar? Keluarlah, mulailah dengan sederhana, semampu yang kau bisa".


Aku nggak tahu kalimat bijak itu kadang muncul darimana, kayak difilm-film ia menggema dari dinding dan langit-langit kamar. Kalau sudah begitu memang nggak ada jalan lain selain mencoba, menepis ragu, dan meyakinkan diri kalau hal yang baru ini akan membawa aku pada pengalaman baru yang menantang sekaligus menyenangkan.

Yaaaah, sering banget kita ragu-ragu dalam memulai sesuatu yang baru. Contohnya saat aku berniat mendirikan komunitas B+, itu mikirnya lamaaaaa banget sampai-sampai selesai mikir tahu-tahu udah lebaran aja. Awalnya aku takut kalau ide aku nggak diterima sama orang-orang sekitar, takut nggak ada yang minat jadi relawan, takut kegiatannya ternyata nggak ada manfaat, takut dibilang sok ngurusin orang lain padahal ngurus hidup sendiri aja masih ribet, takut ditolak gebetan sama target sosial dan orang-orang yang aku tawarkan untuk bergabung.

Tetapi ternyata itu hanyalah ketakutan tak beralasan wahai pemirsaaaah. Alhamdulillah setelah mandi kembang membulatkan tekad untuk berani menyampaikan ide ternyata disambut baik oleh orang-orang sekitar. Ada yang mau jadi relawan, kegiatanpun berjalan dengan baik, banyak pihak yang membantu, dan beberapa mendatangkan respon positif terhadap kegiatan B+ community yang sudah berjalan.

Kemudian ada kalimat lain yang terngiang-ngiang di telinga yang entah datang darimana "tuh, kan... kalau sudah dicoba ternyata nggak seburuk yang dipikirkan. Makanya kalau mau nyoba hal baru itu ya action aja langsung jangan banyak mikir apalagi ragu. Balik lagi ke niat sih, kalau emang niatnya baik pasti mendatangkan kebaikan pula. Nah sekarang tinggal konsisten aja untuk terus melakukan kegiatan positif ini." wowwwwww!!! super banget itu kalimat, jangan-jangan ada Mario Teguh di sekitar aku, setelah celingak-celinguk sih nggak ada siapa-siapa. Entahlah mungkin itu kalimat dari hati nurani yang kadang-kadang bersuara di dalam sunyi #tsah.




3 komentar:

  1. ok ini aku komentar

    aiys hebat, ini baru namanya ank muda keren *dan aku iri
    gk banyak dan malah jarang diantara kita orang-orang yg mw memulai,
    dan mw memantapkan hatinya untuk hal sprti ini (kita sebut saja kegiatan sosial)
    dan ini sungguh keren,

    salut salut salut *bukan lg jualan gery salut

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha this is just a little step :p
      mkasih ya bang. abang juga keren :)

      Hapus
    2. yak sama-sama Ein :)

      hahaha aku tersanjung 6

      Hapus

Jangan cuma bisa ninggalin kenangan, tinggalin komentar juga dong ^_^

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS