Apa Rasanya?

Rabu, 22 Juni 2016


chat line by my friend



Sudah dua bulan saya menikah dan banyak orang-orang di sekitar saya bertanya “apa rasanya nikah?” . kalau yang bertanya orangnya belum menikah jelas mereka kepo dan saya jawab lah semanis mungkin supaya mereka cepetan nyusul. Kalau yang bertanya orangnya sudah nikah, saya yakin mereka cuma ngecengin saya karena mereka pasti sudah mengalami sendiri rasanya menikah.


Kalau ada yang baca feeds instagram saya mungkin bisa tahu dari foto dan cerita yang saya share tentang kehidupan saya setelah menikah. Lebih menyenangkan tentunya, karena dari yang dulunya sendiri sekarang sudah ada temannya, dari teman cerita sampai teman tidur *ehem*. 

Kenal tiga bulan sebelum menikah membuat saya nggak mau berekspetasi tinggi tentang sifat suami saya. Pokoknya sebelum menikah saya niatkan untuk ibadah, dan lihat dari bibit bebet bobotnya baik maka Bismillah,,,, saya mulai pernikahan ini dengan banyak ketidak tahuan tentang pribadi satu sama lain. 

Bermodalkan cerita dan pengalaman orang-orang yang sudah menikah terutama di posisi istri, saya berusaha menyiapkan mental untuk jadi istri yang patuh, rajin beberes rumah, bisa masak apa saja yang suami inginkan,dan mematuhi semua omongannya meskipun itu saya nggak suka. Walaupun pada kenyataannya saya bukan orang yang seperti itu, tapi saya ingin jadi seperti itu. Karena saya pikirpun suami saya adalah tipikal suami yang memimpin dan mengatur segala hal. 

Tapi ternyata yang saya pikirkan itu terlalu berlebihan, mungkin efek keseringan nonton FTV di Indosi*r  yang sering menayangkan adegan suami suka bersikap bossy terhadap istri *jangan ditiru*. Kenyataannya Mas Agus type yang sabar dan nggak banyak menuntut. Saya belum bisa masak yang ribet-ribet, dia makan apa saja yang saya masak meski sederhana atau bahkan gosong. Saya orangnya ngambekan dan perasa, ada hal kecil saja yang menyinggung hati maka saya akan diam dan ujung-ujungnya menangis. Mas Agus sabar banget ngebujuk saya sampai saya mau ngomong dan mengutarakan unek-unek saya yang berujung kami saling meminta maaf. Saya juga bekerja maka saya nggak telaten banget soal beberes rumah, tapi mas Agus orangnya sangat kooperatif. Saya memasak, dia membantu mencuci baju. Saya mencuci piring, dia membersihkan tempat tidur. Saya nyapu, dia buang/bakar sampah. Sekalipun dia ingin diambilkan atau dibuatkan sesuatu dan saya sedang capek maka dia nggak memaksa dan menyuruh saya istirahat. 

Alhamdulilllah....

Nggak nyangka banget dapat suami yang pengertian dan baik seperti dia. Awalnya saya nggak berani berekspetasi tinggi tentang dia, yang saya inginkan hanyalah ada sosok yang bisa mengayomi dan melindungi saya. Ternyata dikasih Allah benar-benar seperti yang saya mau. Sekali lagi ini membuktikan bahwa nikah tanpa pacaran itu bukan berarti kita kayak beli kucing dalam karung.  

Dua bulan berjalan semua terasa indah. Meskipun nggak semua hal berjalan mulus. Tentu saja kami sudah ada berantem dan drama nya. Kami pun juga sudah dihadapi problem yang sempat bikin pusing. Tapi bagi saya semua tetap terasa indah. Indah karena kami menghadapinya berdua, dia tidak ingin cobaan hanya membebani saya sendiri pun sebaliknya saya nggak mau membuatnya menanggung sendiri. Indah karena berantem-berantem itu membuat kami jadi makin mengerti karakter satu sama lain, membuat kami merasa tetap saling membutuhkan meski sudah saling bersikap menyebalkan. Indah karena setiap senang dan susah kami kembalikan semua kepada Allah, berusaha menjadi alarm satu sama lain untuk bersyukur dikala senang dan memohon kepada Allah atas semua yang diharapkan. 

Saya nggak tahu pernikahan ini akan berjalan sampai kapan, akan berhenti dimana. Tentu saja dalam do’a saya ingin bersama mas Agus tidak hanya di dunia tapi juga di kehidupan setelahnya. Kami nggak tahu apa kami akan makin mencintai atau hanya menggebu di awal, apapun yang terjadi yang kami bisa lakukan adalah memelihara cinta yang ada sekarang.

Jadi masih ada yang ingin bertanya ke saya “Apa rasanya menikah?” :)

yang ditutupin sticker nggak sengaja kemasuk foto mesum  *LOL



*yang single saya doakan cepat dapat jodoh ya, tapi jangan lewat pacaran ;p*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan cuma bisa ninggalin kenangan, tinggalin komentar juga dong ^_^

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS